Latar BelakangKetidaksengajaan dalam membuat Lagu Menuju Cahaya-Mu, yakni ketika keinginan saya untuk mendapatkan biaya kuliah di semester 7, dan akan menghadapi job Training. Bulan juni 2008, teman saya Alfi (gitaris The Nox) menawarkan sebuah lowongan bagi band yang memiliki lagu religi untuk dibuatkan album kompilasi dari pihak Bulletin Record (Indosemar Sakti). Saat itu produsernya langsung memberitahukan teman saya agar The Nox membuat 1 demo lagu religi. Tanpa ia ketahui lebih banyak mengenai info itu. Ia memberitahukan teman-temannya yang ada di Bandung, bila saja ada yang ingin ikut mengajukan demo lagu religi. Saya adalah salah satunya.
Satu minggu pertama saya tidak tertarik dengan tawaran itu, karena band yang saya usung beraliran Pop Rock n Roll. Ketika saya berfikir mengenai peluang ini, saya mencoba untuk bersolo karier dalam project ini. Setidaknya apa yang akan menjadi hak saya nanti dapat membantu biaya kuliah di semester berikutnya. Dan saya pun menulis lagu ini dengan hati yang tulus dan ihklas, serta berharap Allah memberikan rizki yang melimpah melalui kemampuan dalam menciptakan lagu.
Alhamdulillah, meskipun kesulitan dalam mengharmoniskan lirik dengan lagunya, saat itu selesai. Setelah mendapatkan dana untuk membuat demo rekaman, saya langsung menghubungi Alfi (gitaris The Nox), untuk membantu dalam mengaransement lagu ini. Dalam proses ini, saya menghadapi kendala, mengenai siapa yang akan mengisi Vocalnya. Beruntung gitaris band Vember siap untuk mengisi. Ia merupakan penyanyi yang selalu ikut audisi Indonesian Idol tapi hanya mampu lolos sampai babak kedua zona lokal. Setelah take vocal. Karakter ia sangat memenuhi kriteria saya. Alhamdulillah dalam jangka 2 hari lagu ini selesai.
Mungkin belum rizki lagu saya masuk dalam album kompilasi. Ketika pihak Bulletin Record yang sebelumnya menjadi tujuan demo kami. Tiba-tiba mendapatkan kabar bahwa Bulletin (indosemar sakti)tidak menerima band baru lagi untuk masuk ke album religi tahun ini. Dan lagu saya mesti nunggu tahun depan, dan itu pula bila memang pasarnya memenuhi. Tapi, bukan berarti lagu ini jelek atau tidak layak jual, karena untuk tahun sekarang pihak Bulletin (indosemar sakti) hanya merilis ulang album religi tahun kemarin dan tahun ini di tambah dengan The Nox yang mestinya ikut tahun lalu.
Dari situlah, saya mulai berfikir untuk tidak menyerah dalam mengorbitkan lagu religi ini. Paling tidak, sebuah usaha harus saya lakukan demi tercapainya cita-cita disamping untuk menyemarakan bulan suci ramadhan dan masyarakat luas dapat melihat kemampuan saya dalam mencipta lagu.
Mei 2009,
Melanjutkan mimpi yang tertunda, yakni merilis album religi. Keinginan itu tersiar kala berdiskusi dengan Alfi The Nox mengenai peluang music religi di Indonesia. Dari itulah saya menyingsingkan lengan baju untuk mulai menggarap kembali lagu religi. Bila tahun 2008 hanya memiliki satu single saja. Tahun ini mesti memiliki album, minimal mini album. Alhamdulilah, saya dipertemukan dengan Fahmi dalam sebuah organisasi untuk selanjutnya menjadi vocal tetap di grup yang saat itu belum dinamai. Dengan berawal dari mimpi yang lama tertidur untuk mempunyai album, kita sepakat mengusung nama Tirai Cahaya untuk nama grup band kami. Filosofinya dalam keseharian, Tirai dapat membuka cahaya dari luar yang masuk untuk menerangi ruangan-ruangan. Begitu pun sebaliknya Tirai dapat melingkupi cahaya dari dalam untuk tetap menghiasi ruangan. Bila diimplementasikan ke dalam grup ini yakni, semoga saja dengan Tirai Cahaya dapat membuka cahaya kesuksesan untuk meraih mimpi-mimpi. Namun setelah berbagai jejak pendapat dilakukan ternyata banyak yang kurang setuju dengan kata cahaya di belakang kata Tirai. Sehingga, dengan kesepakatan bersama nama Tirai pun diusung menjadi nama grup kami.
Juni 2009,
Setelah mendapatkan dana untuk membuat master lagu, saya kembali percayakan Alfi the Nox untuk menjadi MD (music Director) di Album pertama Tirai. Dalam proses ini pun dibantu oleh a`Didi MAgneT untuk mengisi Keyboard dan Piano sekaligus sebagai Vocal Director. Dan Anggota PSM (Paduan Suara Mahasiswa) UIN SGD Bandung, diantaranya: Nada (Sopran), Santi (Alto), Ragil (Bass), Agung (Tenor).
Dalam album pertama Tirai ini hanya berisikan 5 lagu. Diantaranya :
1. Menuju Cahaya-Mu, Ciptaan Agung TW
2. Naungan Surga, Ciptaan Agung TW
3. Penghambaan, Ciptaan Fahmi
4. Say to Allah, Ciptaan Agung TW
5. Takkan Kembali, Ciptaan Fahmi
Semua lagu ini direkam di Alfi Studio dan ROCKIN Studio Bandung. Album pertama ini kami beri judul Menuju Cahaya-Mu. Tirai pun Kerjasama dengan Indosemar Sakti sebagai Publisher RBT (Ring Back Tone).
Kamis, 02 Juli 2009
Tentang Tirai: Sejarah Singkat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar